Sabda alam mengisahkan sebuah kisah
Tentang rintihan dan tangisan sang hutan
Ditengah gelagatnya para penebang
Dan manusia, yang merasa bertuan
Tak ingatkah kisah dulu kala
Tuhan Perintahkan manusia menjadi Khalifah
Manusia dengan sombongnya membusungkan dada
Dan mengiyakan
Berjanji akan menjaga alam
Tetapi ironis
Semua lembar demi lembar kertas itu
Mungkin menangis t'lah di jadikan penghamburan
Semua plastik demi palstik itu
Aah.. Jangan tanya
Masih adakah harapan?
Ya, jangan tanya pendapat tentunya
Mari kita berjuang wahai pemuda

2 komentar:
Ooh no...!!!
Tidak ada nama penulisnya..!!!
iya iya iya nanti ah heheh
Posting Komentar